Jumat, 15 Februari 2019

VALENTINE DAYS :LUBANG BIAWAK BULAN FEBRUARI


// VALENTINE’S DAY: Lubang Biawak Bulan Februari //


By: Meto elfath (Ketua DPP FK-IM Konsel-Bombana)

____

Survei kecil-kecilan dikalangan remaja Muslim-Muslimah ketika disodorkan pertanyaan “Tanggal 14 Februari itu hari apa?”, lebih dari 90% jawaban mereka adalah “Hari Valentine’s Day”. Kurang dari 10% yang menjawab “Hari Senin, selasa, rabu, dst”. Hasil survei kecil-kecilan ini mengindikasikan realitas bahwa budaya Valentine’s Day telah berhasil menjangkiti tubuh umat Islam, khususnya kalangan remaja.


Jikalau ada soalan yang paling mungkin untuk ditanyakan dalam konteks ini, maka soalan itu adalah Dari mana asalnya? Bagaimana pelaksanaannya? Dan Bagaimana hukumnya dalam pandangan Syariat Islam?


*Dari Mana Asalnya?*


Sejarah Valentine’s Day yang ada hari ini merupakan hasil evolusi sinkretisme, yaitu terjadinya perkawinan budaya Paganisme-Politheisme dan Kristenisasi. Perkawinan itu dipertemukan oleh peristiwa-peristiwa, antara lain:


*. Pada masa Yunani Kuno yang menyembah banyak Dewa (Polytheisme) ada sebuah upacara ritual untuk merayakan pernikahan Kakak-Beradik “Dewa Zeus dan Dewi Hera”. Pernikahan ini dikenal dengan nama Upacara Gamelion yang diadakan mulai dari pertengahan Januari sampai pertengahan Februari. (Sumber: Irena Center)


*. Ketika sampai ke Romawi, maka terjadi sinkretisme budaya Gamelion menjadi Lupercalia. yaitu Upacara pensucian dipersembahkan untuk Dewi Cinta, Juno Februata (Tanggal 13-18 februari). Dihari tersebut, para pemuda mengundi nama gadis dalam kotak, kemudian para pemuda mengambilnya secara acak. Gadis yang terpilih, menjadi pasangannya selama setahun.


Selanjutnya, pada tanggal 15 Februari seluruh pasangan menggelar upacara meminta perlindungan Dewa Lupercalia. Selama upacara berlangsung, kaum muda melecut para gadis dengan kulit binatang dengan harapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. (The World Book Encyclopedia,1998).


*. Invasi Romawi berhasil membawa upacara Paganisme ‘Lupercalia’ kebelahan Eropa, seperti Inggris dan Prancis. Pada saat yang sama Gereja menjadi sepi dari generasi muda tersebab mereka lebih memilih pesta hura-hura Lupercalia. Maka pihak gereja pada tahun 496 M melalui Paus Gelasius I, mengambil inisiatif untuk membawa Upacara Pagan Lupercalia ke Gereja menjadi Upacara Valentine’s Day dengan mengganti Tokohnya. Tokoh yang dimaksud adalah St. Valentino. Siapa St. Valentino?


Konon menurut catatan Gereja, Kaisar Claudius II (268-270) menetapkan pemuda wajib militer dan melarang mereka untuk menikah. Namun, St. Valentino menentang kebijakan itu dan diam-diam menikahkan banyak pemuda. Karena itu, Valentino ditangkap dan dihukum mati pada 14 Februari 269 M. Jadi, oleh Gereja, St. Valentino dinobatkan sebagai pahlawan yang rela mati demi cinta.


Untuk mengenang pengorbanan dan kematian St. Valentino sebagai pahlawan cinta, maka Paus Gelasius I menetapkan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang). Sejak saat itulah tanggal 14 Februari menjadi hari Valentine’s Day dan disebarluaskan keseluruh dunia melalui invasi dan kristenisasi. Jadilah Valentine’s Day hari raya terbesar kedua setelah Natal (Sumber: Wikipedia, ensiklopedia Bebas).


*Bagaimana Pelaksanaannya?*


*. Di Eropa, setiap festifal Valentine’s Day, orang menulis kartu cinta berhias hati dan Dewa Cupid kepada orang yang dicintai, memberi bunga, coklat dan permen. Kartu Valentine komersial dibuat pertama tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828–1904) dari Worcester, Massachusetts. Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".


*. Di Amerika Serikat, lebih 50% kartu Valentine yang beredar produksi Hallmarks Card yang berbasis di Kansas City, didirikan oleh Joyce C. Hall pada 1910. Saat ini, lebih dari 18.000 orang menjadi karyawan penuh Hallmark. Ada 48.000 model kartu ucapan telah diproduksi Hallmark, kebanyakan kartu ucapan Natal & Valentine.


*. Hotel, restoran, kafe, outlet, kantor dihiasi dengan nuansa Valentine: Spanduk berisi slogan-slogan, pita-pita, balon, pernak-pernik serba pink. Pusat perbelanjaan menggelar sale ‘Memperingati Valentine’s Day, Sale Up to 70%’ atau ‘Ikuti Gebyar Undian Valentine’s Day’. Digelar acara khusus: Dinner disertai hiburan live music, diiringi games yang diikuti pasangan muda-mudi, lalu dansa.


*. Media massa ‘mempromosikan’ perayaan tersebut: Ada berita tertulis ‘Menjelang peringatan Hari Valentine, omzet coklat naik tajam.’ Atau ‘Artis Ayu Kemayu merayakan Valentine’s Day bersama kekasih barunya’ atau ‘Biar romantis, pasangan artis Dona dan Doni menikah di Hari Valentine.


Hasilnya: Remaja Muslim semakin merasa penting untuk terlibat dalam perayaan Valentine’s Day. mengirimkan kartu cinta, jalan bareng, dst. Orang tua juga ikut merayakan, saling memberi hadiah pada pasangannya, bulan madu kembali, bahkan kepada wanita/pria lain.


Fakta keterlibatan Muslimin dalam perayaan Valentine’s Day sesungguhnya telah dikhabarkan oleh baginda Nabi ShollaLlahu ‘alayhi wasallam dalam sabdanya:


"Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti kalian akan mengikuti mereka." Kami (Para Sahabat) bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka."(HR. Muslim No. 4822)


Jadi, Umat Islam telah masuk kedalam *LUBANG BIAWAK Valentine’s Day* dibulan februari yang dibuat oleh orang-orang kafir Nasrani. Dampaknya: 93,7% pernah ciuman-petting & oral sex, 62,7% Remaja SMP tidak perawan, 21,2% Remaja SMU pernah aborsi, 97% pernah nonton film porno. (sumber: Komnas Perlindungan Anak).


*Hukum Syara’ Valentine’s Day?*


Berdasarkan fakta sejarah, realitas dan dampak yang ditimbulkan, maka Valentine’s Day hukumnya haram bagi Muslimin untuk mengikuti, mempraktekkan dan menyebarluaskannya, dengan uraian sebagai berikut:


(1). Valentine’s Day bertentangan dengan akidah Islam, sebab disana terdapat unsur kesyirikan menyembah Dewa-Dewi sebagaimana sejarah cikal bakal yang melahirkannya.


“Sungguh Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang syirik kepada Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (TQS. An-Nisa: 116)


(2). Valentine’s Day bertentangan dengan Syariat Islam, sebab disana terjadi tindakan menyerupai orang kafir (Tasyabbuh bil Kuffaar). Nabi bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad dari Ibnu Umar ra).


(3). Valentine’s Day bukanlah hari Cinta atau hari Kasih Sayang, sebab faktanya hanyalah pelampiasan syahwat seksual yang diwarnai dengan berbagai praktek kemaksiatan, seperti Perzinaan, Mabuk-mabukan, dan seterusnya. Padahal ALlah telah berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”. (TQS.  Al-Isra’: 32).


WaLlahu a’lam bi ash-showaab. []Singa Sabulakoa


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: